Cara Memilih Fotografer: 7 Hal yang Perlu Anda Periksa Sebelum Memutuskan
Memilih fotografer bukan soal siapa yang paling murah atau paling terkenal, tetapi siapa yang paling cocok dengan kebutuhan Anda. Inilah tujuh hal yang bisa Anda periksa sebelum memutuskan.
Mulai dari kebutuhan Anda
Sebelum membandingkan fotografer, tuliskan dulu apa yang Anda butuhkan. Foto profil untuk CV dan LinkedIn berbeda dengan foto produk untuk toko daring, dan berbeda lagi dengan foto pernikahan atau dokumentasi acara.
Tiga pertanyaan sederhana membantu: untuk apa foto ini dipakai, siapa yang akan melihatnya, dan kapan Anda membutuhkannya. Dengan jawaban itu, Anda bisa menjelaskan kebutuhan dengan jelas, dan fotografer yang baik akan tahu apakah ia cocok atau tidak.
Lihat portofolio yang sejenis
Fotografer yang bagus di satu bidang belum tentu bagus di bidang lain. Karena itu, carilah contoh karya yang mirip dengan kebutuhan Anda. Kalau Anda mencari foto profil, lihat foto profil yang ia buat, bukan hanya foto lanskap atau foto acara.
Perhatikan hal-hal ini saat melihat portofolio:
- Apakah cahayanya konsisten dari satu foto ke foto lain?
- Apakah ekspresi dan sikap tubuh orang yang difoto terlihat wajar?
- Apakah warna dan penyuntingan terlihat natural, tidak berlebihan?
- Apakah ada beberapa proyek yang utuh, bukan hanya satu-dua foto pilihan?
Tanyakan apa saja yang termasuk
Harga yang tertera baru berguna kalau Anda tahu apa yang termasuk di dalamnya. Tanyakan durasi pemotretan, jumlah kostum atau latar, jumlah foto yang disunting, dan apakah ada hasil cetak.
Tanyakan juga apa yang belum termasuk. Biaya yang sering terpisah antara lain penata rias dan rambut, sewa studio atau lokasi berbayar, serta busana. Pada paket foto kami, misalnya, hal-hal itu memang belum termasuk, dan kami menyebutkannya sejak awal supaya tidak ada kejutan di kemudian hari.
Pahami prosesnya dari awal sampai akhir
Fotografer yang rapi biasanya bisa menjelaskan alurnya dengan singkat: bagaimana konsultasi awal berjalan, bagaimana jadwal disepakati, berapa lama penyuntingan, dan dalam bentuk apa hasil diserahkan.
Tanyakan pula soal revisi: apakah ada, berapa kali, dan untuk hal apa saja. Kejelasan di bagian ini mencegah salah paham ketika hasil sudah jadi.
Rasakan kecocokannya
Sesi foto adalah pertemuan antara dua orang atau lebih. Anda akan lebih santai, dan hasilnya lebih wajar, bila nyaman dengan fotografernya.
Berbincanglah dulu sebelum memutuskan. Perhatikan apakah ia mendengarkan, apakah ia bertanya tentang kebutuhan Anda, dan apakah penjelasannya mudah dipahami. Konsultasi awal adalah kesempatan yang baik untuk ini. Di Globaltama, konsultasi awal gratis.
Bicarakan hak dan penggunaan foto
Tanyakan untuk keperluan apa saja foto boleh Anda gunakan, dan apakah fotografer boleh menampilkan foto itu di portofolionya. Dua hal ini sebaiknya disepakati sebelum pemotretan, bukan sesudahnya.
Bila foto akan dipakai untuk keperluan komersial, misalnya iklan atau kemasan produk, sampaikan sejak awal agar rinciannya bisa dibicarakan.
Waspadai janji yang terlalu manis
Berhati-hatilah dengan janji yang terdengar terlalu mudah: hasil sempurna tanpa pernah bertemu, harga jauh berbeda dari yang lain tanpa penjelasan, atau enggan menjelaskan rincian paket. Fotografer yang bisa dipercaya biasanya terbuka tentang apa yang bisa dan tidak bisa ia kerjakan.
Bila Anda sudah punya gambaran, ceritakan kepada kami jenis karya, waktu, dan tempat yang Anda bayangkan. Kami akan menjawab dengan pertanyaan yang tepat, tanpa terburu-buru.

