Basic Editing
Dasar menyunting foto.
Pengantar
Pernah melihat foto yang "sempurna" atau "fotografi banget"? Foto semacam itu tampak sempurna karena aturan fotografinya benar-benar diterapkan: white balance yang tepat, komposisi yang pas, atau depth of field yang sempurna. Yang dilakukan fotografernya adalah menambahkan sentuhan editing pada foto yang telah didapat.
Di dunia fotografi, editing adalah bagian dari proses kerja (workflow), walaupun masih diperdebatkan apakah editing diperbolehkan atau diharamkan.
Sebagai pembelajaran, pengetahuan tentang editing diperlukan: dengan mengedit, kita "mengamati" kembali foto yang telah dihasilkan, dan terkadang menemukan kesalahan memotret yang bisa dijadikan pelajaran agar tidak diulangi.
Istilah editing di sini berarti "memperbaiki foto", bukan "mengubah foto".
Monitor editing
Tips utama yang kadang dilupakan dalam belajar editing adalah peralatan yang digunakan.
Monitor terkalibrasi 100% sRGB membuat hasil editing memiliki nilai warna yang relatif sama di berbagai perangkat digital, seperti ponsel, PC, laptop, televisi, bahkan percetakan yang menerima file digital kita untuk dicetak di kertas foto.
Monitor yang dimaksud adalah monitor komputer (PC), bukan televisi. Monitor yang baik untuk editing berspesifikasi 100% sRGB dan harus dikalibrasi warnanya dengan alat khusus atau jasa kalibrasi.
Tanpa monitor terkalibrasi 100% sRGB, warna yang tersaji akan berbeda, bahkan sejak melihat file foto dari kamera dibandingkan dengan monitor yang dipakai untuk editing.
JPG atau RAW
Sejak mengatur kamera, ada pilihan format foto: JPG saja, RAW saja, atau JPG dan RAW.
JPG Informasi datanya cenderung terbatas karena JPG ditujukan untuk langsung diunggah atau dicetak. Foto JPG sudah "diolah" oleh kamera sehingga editing yang bisa dilakukan juga terbatas.
RAW Kamera menyimpan apa adanya data yang ditangkap saat memotret.
Kelebihan format RAW
- Menyimpan data foto apa adanya, tanpa campur tangan olah foto di kamera.
- Dapat memaksimalkan kualitas foto secara signifikan.
- Lebih leluasa mengatur white balance, eksposur, dimensi warna, shadow, highlight, dan dimensi black pada foto.
Apakah tidak boleh memakai JPG? Boleh, tetapi ekspektasi editing harus diturunkan karena perbaikan detail terbatas oleh format JPG.
Mata fotografi
Penguasaan editing sama dengan penguasaan kamera: kita "dipaksa" memahami banyak alat dan tombol untuk menghasilkan foto yang menakjubkan. Namun penguasaan banyak "tombol" tidak berarti apa-apa bila kita belum menguasai dan "memiliki" mata fotografi.
Mata fotografi adalah perspektif fotografer dalam mengomposisi foto, memotret dengan pencahayaan yang tepat (tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang), dan banyak hal lain sebagaimana dijelaskan pada bab-bab sebelumnya. Karena itu, editing adalah salah satu bagian proses kerja (workflow) fotografi.
Sorting file
Langkah pertama editing adalah sorting file, yaitu memilih foto sejenis yang paling baik.
- Cari yang paling tajam, tidak blur, tidak shake.
- Cari yang eksposurnya pas. Agak highlight atau agak gelap tidak apa-apa, yang penting objek foto jelas.
- Bisa diikuti analisis lain, misalnya pose pada foto potret atau benda-benda yang mengikuti objek pada street photography.
Sorting file menjadi langkah awal untuk mengamati hasil foto Anda. Mata fotografi Anda diuji: bisakah menemukan kesalahan memotret, atau menemukan potensi foto agar tampak lebih bagus?
Warna
Warna dalam fotografi sangat penting karena dapat memberi kesan elegan dan dinamis, menciptakan mood, menonjolkan keindahan, dan menyelaraskan warna agar menarik.
Perbaikan atau penyesuaian warna dengan aplikasi apa pun dapat diandalkan. Latih mata fotografi Anda: apakah hasil yang pekat, terang, atau gelap yang ingin Anda "ceritakan" kepada orang lain, atau hasil yang natural sebagaimana yang Anda foto?
Tidak ada "nilai tertentu" dalam penyesuaian warna, karena foto yang berbeda, walaupun objeknya serupa, bisa berbeda nilainya. Geser tombol untuk menaikkan atau menurunkan nilai sampai warna terlihat pas.
Sebagian fotografer memakai "nilai pakem", yaitu golden light, untuk menggambarkan cahaya yang pas. Penyesuaiannya biasanya pada pengaturan white balance (WB) sekitar 5600 K (kelvin).
Untuk lebih mahir soal warna, Anda bisa membaca buku tentang harmoni warna dan peruntukan warna.
Gelap dan terang
Kontras antara gelap dan terang adalah elemen komposisi yang sangat penting dalam fotografi, baik di era analog maupun digital. Penerapannya memberi penekanan visual, memperkuat visualitas, dan menambah dimensi pada gambar berwarna. Bermain dengan kontras gelap dan terang juga memberi efek dramatis dan menarik. Dengan memperhatikan gelap-terang dan mengelola lingkungan sekitar objek, Anda bisa membuat foto yang lebih kuat dan berkesan.
Pengeditan gelap-terang, terutama lewat tombol kontras, shadow, light, ambient, dan sebagainya, memberi peluang untuk "memaksimalkan foto" yang tidak tertangkap oleh kamera. Hasilnya menempatkan sesuatu pada nilai yang pas; misalnya, uraian atau garis pada rambut akan tampak lebih baik jika shadow dan black dikurangi dan highlight ditambah.
Pengeditan ini memunculkan dimensi dan depth of field yang maksimal, yang menambah rasa pada sebuah foto.
Cropping
Pada tahap ini kita memperbaiki dan menyesuaikan komposisi agar foto yang diunggah secara digital atau dicetak sesuai ukuran kertasnya tampil sempurna: tidak terpotong, pas, dan mendapat "kontak mata" dari pemirsa.
Tips utama Saat memotret, jangan terlalu ketat mengikuti viewfinder. Berikan ruang agar hasil cropping bisa mengikuti teknik komposisi fotografi. Lakukan terus agar terbiasa "membuat ruang" sehingga proses perbaikan dapat menyempurnakan foto yang telah dihasilkan.
Rule of thirds membagi foto menjadi tiga bagian sama besar, baik vertikal maupun horizontal, sehingga terbentuk 9 area yang sama besar dan 4 titik pertemuan. Teknik ini membantu membuat gambar lebih menarik dan seimbang.
- Bayangkan grid: gambar dibagi menjadi 9 kotak dengan 2 garis horizontal dan 2 garis vertikal.
- Tempatkan elemen penting di sepanjang garis atau di titik pertemuannya. Misalnya, saat memotret seseorang, letakkan dia di salah satu garis vertikal, bukan di tengah gambar.
- Keseimbangan visual: objek utama di titik-titik ini membuat foto tampak lebih seimbang dan menarik daripada di tengah.
- Membiarkan ruang: membuat foto terasa lebih alami dan dinamis.
Contoh Saat memotret matahari terbenam, letakkan horizon di salah satu garis horizontal, bukan di tengah. Ini memberi lebih banyak ruang untuk langit atau laut dan membuat gambar lebih menarik.
Tips mengatur komposisi
- Perhatikan angle atau sudut pengambilan gambar.
- Manfaatkan kaidah rule of thirds dalam penataan komposisi dan penempatan point of interest.
- Pemotretan dengan banyak subjek yang relatif seragam kurang menarik dari sisi komposisi. Temukan satu subjek yang berbeda, entah gerakannya, bentuknya, atau warnanya.
- Pilih orientasi yang cocok: panorama atau objek yang jauh dan luas cocok memakai lanskap, sedangkan objek vertikal cocok memakai potret.
Export
Setelah semua proses editing yang dibutuhkan selesai, lakukan export file.
Hal utama saat export Pastikan kualitas file BEST atau HIGH, format sRGB atau RGB, dan berformat JPG.
JPG adalah format matang yang sudah terkompresi sehingga tidak memungkinkan lagi olah detail. Dengan cara ini, file tampak serupa ketika dilihat melalui berbagai perangkat digital atau dicetak.
Pembelajaran ini masih sangat dasar; masih banyak proses editing lain yang bisa dipelajari dan akan memperkuat nilai fotografi Anda.

