Teknik Fotografi Kreatif
Teknik dasar untuk memotret dengan cara yang lebih kreatif, disusun dari tiga unsur segitiga eksposur.
Teknik dasar
Yuk, belajar teknik dasar fotografi berdasarkan tiga unsur segitiga eksposur: shutter speed, diafragma, dan ISO.
High speed: freezing
Kecepatan tinggi (high speed) memakai shutter speed 1/125 sampai 1/8000.
Freezing atau stop action adalah teknik membekukan benda yang bergerak, misalnya memotret orang yang sedang melompat di udara. Kecepatan minimal yang dipakai adalah 1/125 detik, dengan diafragma menyesuaikan kondisi cahaya di sekitar tempat memotret.
Slow speed: slow action
Kecepatan rendah (slow speed) memakai shutter speed dari bulb sampai 1/60.
Slow action Secara teknis, kecepatan teknik ini di bawah 1/60 detik dengan diafragma di angka besar (bukaan kecil). Hasilnya, semua benda yang bergerak terlihat blur, sedangkan benda yang diam tetap jelas sebagaimana adanya.
Panning
Panning adalah teknik memotret dengan menggerakkan kamera sejajar dengan gerakan objek. Hasilnya kebalikan dari slow action: objek yang bergerak terlihat jelas, sedangkan objek yang diam terlihat blur.
Shutter speed bervariasi (1/5, 1/15, 1/25, 1/60, dan seterusnya) tergantung kecepatan gerak objek yang difoto.
Catatan Memotret akan lebih mudah dengan pengaturan continuous shoot.
Slow speed: jejak lampu dan air
Teknik fotografi dengan shutter speed 1 detik atau lebih lambat (2", 10", 15", 30", dan seterusnya). Umumnya dipakai untuk memotret kendaraan bergerak di malam hari sehingga menghasilkan garis-garis lampu, atau riak air di pantai dan air terjun agar tampak seperti kapas.
Catatan Wajib memakai tripod agar kamera tidak bergoyang saat pemotretan dan foto tetap tajam.
Silhouette
Silhouette adalah teknik fotografi yang memanfaatkan backlight atau cahaya dari belakang. Objek tampak gelap, tetapi membentuk definisi yang jelas.
Catatan Gunakan diafragma angka besar (f/8 atau f/11) agar gambar lebih tajam. Shutter speed dan ISO disesuaikan dengan pencahayaan saat memotret, dan titik fokus diarahkan pada objek foto untuk ketajaman maksimal.
Refleksi
Teknik ini sangat disukai fotografer yang menggemari foto minimalis atau keindahan abstrak, dengan refleksi sebagai point of interest utama.
Unsur pendukung danau yang tenang, sungai, cermin, spion, kacamata, genangan air, atau sawah yang belum ditanami. Objeknya bisa makhluk hidup, manusia, atau benda.
Catatan Gunakan diafragma angka besar agar gambar lebih tajam, ISO menyesuaikan cahaya yang diinginkan, shutter speed disesuaikan dengan gerakan objek foto, dan titik fokus diarahkan pada objek foto.
Ruang tajam luas
Depth of field luas memakai diafragma angka besar sehingga bukaan lensa relatif kecil. Hasilnya, jarak antara titik terdekat dan terjauh masih berada dalam keadaan tajam. Semakin besar angka diafragma (f/8, f/11, f/16, dan seterusnya), semakin luas area yang fokus.
Catatan Gunakan diafragma angka besar (f/8 atau f/11) agar gambar semakin tajam, shutter speed disesuaikan agar gambar tidak blur, dan ISO menyesuaikan cahaya yang diinginkan. Jika memotret di malam hari, gunakan tripod agar kamera lebih stabil.
Ruang tajam sempit
Depth of field sempit adalah kebalikan dari ruang tajam luas: ketajaman antara titik terdekat dan terjauh sangat berbeda. Semakin kecil angka diafragma (f/2.8, f/1.2, dan seterusnya), semakin sempit area yang fokus.
Catatan Teknik ini membutuhkan lensa tele atau lensa dengan bukaan besar (angka f kecil). Gunakan diafragma angka kecil untuk menghasilkan bokeh (latar belakang blur), shutter speed disesuaikan agar gambar tidak blur, dan ISO menyesuaikan cahaya yang diinginkan.

