Mengenal Shutter Speed
Shutter speed adalah seberapa cepat atau lambat kamera membuka dan menutup untuk menangkap cahaya.
Pengertian shutter speed
Shutter speed adalah seberapa cepat atau lambat kamera membuka dan menutup untuk menangkap cahaya. Ini seperti membuka dan menutup jendela: jika kamu membuka jendela sebentar saja, hanya sedikit cahaya yang masuk; jika kamu membukanya lebih lama, lebih banyak cahaya akan masuk.
Satuan dan pengaruh kecepatan
Shutter speed diukur dengan satuan detik, dari super cepat 1/4000 detik atau lebih, sampai paling lambat 30 detik atau lebih.
Semakin lambat kecepatannya, semakin banyak cahaya yang diterima. Semakin cepat, semakin sedikit cahaya yang diterima.
Shutter speed lambat
Pada skala 1, 1/2, 1/4, 1/8, 1/15, 1/30, hingga 1/60, semakin besar angkanya, semakin lambat shutter speed-nya.
Shutter speed lambat berarti foto akan semakin terang karena cahaya yang masuk lebih banyak, namun objek yang bergerak menjadi blur dan bisa menimbulkan efek motion atau gerakan.
Karakteristik Sering digunakan untuk efek artistik, seperti membuat air terjun terlihat halus dan lembut, atau menangkap jejak cahaya mobil di malam hari.
Catatan Untuk shutter speed lambat, biasanya fotografer membutuhkan bantuan tripod, atau kamera diletakkan agar tidak goyang (shake).
Shutter speed cepat
Pada skala 1/60, 1/80, 1/100, 1/125, 1/250, 1/500, hingga 1/1000, semakin kecil angkanya, semakin cepat shutter speed-nya.
Shutter speed cepat berarti foto akan semakin gelap karena cahaya yang masuk lebih sedikit, namun objek yang bergerak tetap tajam. Shutter cepat memberi efek membeku (freeze) pada objek yang bergerak atau melompat.
Karakteristik Bagus untuk objek yang bergerak cepat, seperti burung terbang atau anak yang berlari, tanpa membuat objek terlihat blur.
Catatan Untuk objek bergerak seperti orang berjalan atau dokumentasi, kamera dapat dipegang dengan tangan. Namun untuk memotret orang melompat atau mobil berjalan, atur kamera pada mode continuous.
Shutter speed "normal"
Untuk menentukan nilai "normal", biasanya fotografer mengukurnya dari focal length (panjang lensa): shutter speed normal = 1 dibagi panjang lensa.
Sebagai misal, dengan lensa 50 mm pada kamera full frame, shutter speed normalnya bisa hingga 1/50. Namun jika lensa 50 mm dipakai pada kamera APS-C, shutter speed normalnya bisa hingga 1/100.

